Langsung ke konten utama

Keistimewaan Kopi Lanang

"Ketika semua keistimewaan berada
dalam satu kemasan." Blessing Coffee - Kopi Lanang
Kopi Lanang atau pada istilah dagang internasionalnya disebut peaberry coffee adalah jenis kopi yang langka yang secara umum dihasilkan dari proses sortir kopi biasa baik arabika ataupun robusta atau jenis lainnya. Kenapa disebut langka? Karena dalam satu kilogram kopi umum, kandungan kopi lanangnya maksimal hanya mencapai 0,5 ons saja. Maka hal inilah yang menjadikan kopi lanang memiliki harga yang sedikit lebih tinggi dibanding yang lainnya. “Jadi sebenarnya kopi lanang itu berasal dari proses sortir kopi biasa, bukan karena varietas tanaman khusus. Namun karena langkanya itu, harganya juga menjadi mahal,” seperti dikutip dari Zack Zakaria, seorang produsen pengolahan kopi (Blessing Coffee) di kampung Gadog Cisurupan Garut.

Lalu, seperti apa bentuk biji kopi lanang? Kopi lanang atau peaberry coffee mempunyai bentuk yang berbeda dengan biji kopi pada umumnya. Bentuknya lebih bulat dan cenderung utuh tanpa terbelah.

Padahal pada umumnya, buah kopi jika dibuka kulit luarnya, selalu terdiri dari dua belahan biji dan agak gepeng. Mungkin dari bentuknya inilah kemudian disebut sebagai kopi lanang. Lanang sendiri dalam bahasa Jawa berarti laki-laki.

Jadi, kesimpulannya adalah Kopi lanang bukan berasal dari varietas tanaman kopi tertentu. Setiap jenis tanaman kopi baik robusta, arabika, ataupun jenis lainnya, memungkinkan menghasilkan buah dengan biji berbentuk tunggal ini. Hanya saja, kemungkinan adanya kopi lanang pada tiap pohon kopi cenderung sedikit.
Penasaran dengan keistimewaan kopi lanang Blessing Coffee Pangauban? Silahkan tulis komentar anda atau hubungi kami.

Phone: 082316691433

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Benefits of Drinking Coffee in the Evening

Search EzineArticles.com Search Join Sign In About Us Contact Us Expert Authors Ask Chris Knight           Search Benefits of Drinking Coffee in the Evening Do you love drinking coffee? If you do, you are going to love it more when you learn about what it can do for you and your health. It's no secret that a nice cup of coffee can instantly perk you up in the morning and put you in the right mood the whole day. But did you know that it can also have great benefits to your health? Studies show that drinking coffee can lower the risk of certain diseases like diabetes, cirrhosis, and certain kinds of cancers. This is made possible by the compounds present in the coffee, the most known to help among which are antioxidants. Antioxidants also help in making your skin glow, and in consuming the right amount of coffee every day, you'll look and feel healthier inside and outside. Of course, apart from how it benefits you...
KOPI DI INDONESIA Kopi yang telah melalui proses roasting (sangrai) (Foto : Blessing Coffee Pangauban) Kopi yang telah melalui proses penjemuran (drying) dalam bentuk green bean. (Foto: Blessing Coffee Pangauban) Kopi pertama kali masuk ke Indonesia diperkirakan pada tahun 1696 dari jenis kopi Arabika. Kopi ini masuk melalui Batavia (sekarang Jakarta) yang dibawa oleh Komandan Pasukan Belanda Adrian Van Ommen dari Malabar – India, yang kemudian ditanam dan dikembangkan di tempat yang sekarang dikenal dengan Pondok Kopi -Jakarta Timur, dengan menggunakan tanah partikelir Kedaung. Sayangnya tanaman ini kemudian mati semua oleh banjir, maka tahun 1699 didatangkan lagi bibit-bibit baru, yang kemudian berkembang di sekitar Jakarta dan Jawa Barat antara lain di Priangan, dan akhirnya menyebar ke berbagai bagian dikepulauan Indonesia seperti Sumatera, Bali, Sulawesi dan Timor. Ekspor kopi Indonesia pertama kami dilakukan pada tahun 1711 oleh VOC, dan dalam kurun waktu 10 t...
Kopi Arabika (Coffea arabica) pertama kali diklasifikasikan oleh seorang ilmuan Swedia bernama Carl von LinnĂ© pada tahun 1753. Jenis Kopi yang memiliki kandungan kafeina sebasar 0.8-1.4% ini awalnya berasal dari Brasil dan Etiopia. Arabika atau Coffea arabica merupakan Spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan manusia hingga sekarang. Kopi arabika tumbuh di daerah di ketinggian 700–1700 m dpl dengan suhu 16-20 °C, beriklim kering tiga bulan secara berturut-turut. Jenis kopi arabika sangat rentan terhadap serangan penyakit karat daun Hemileia vastatrix (HV), terutama bila ditanam di daerah dengan elevasi kurang dari 700 m, sehingga dari segi perawatan dan pembudayaan kopi arabika memang butuh perhatian lebih dibanding kopi Robusta atau jenis kopi lainnya. Kopi arabika saat ini telah menguasai sebagian besar pasar kopi dunia dan harganya jauh lebih tinggi daripada jenis kopi lainnya. Di Indonesia kita dapat menemukan sebagian besar perkebunan kopi arabika di daerah pegunung...